EVALUASI SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMDA AIR MINUM TIRTA SEWAKADARMA KOTA DENPASAR DI KELURAHAN PADANGSAMBIAN
DOI:
https://doi.org/10.47329/teknikgradien.v18i01.1807Keywords:
sistem jaringan distribusi air bersih, sistem penyediaan air minum, EPANETAbstract
Sistem jaringan distribusi air bersih di perkotaan menghadapi tantangan serius berupa tekanan air di bawah standar dan tingkat kebocoran tinggi. PAMTSK Denpasar mencatat tingkat kehilangan air mencapai 39% selama 2020–2022 pada SPAM Penet yang melayani Kelurahan Padangsambian, dengan tekanan jam puncak hanya 0,6–0,8 bar, jauh di bawah standar minimal 1 bar sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18 Tahun 2007. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting sistem jaringan distribusi air bersih dan mengidentifikasi model distribusi terbaik melalui simulasi hidrolik menggunakan EPANET 2.2. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis pemodelan jaringan pipa dengan lima skenario simulasi (Pemodelan I–V). Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan, sedangkan data sekunder bersumber dari laporan teknis PAMTSK Denpasar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Pemodelan-V dengan integrasi Faktor Jam Puncak, standar kehilangan air nasional 20%, dan tiga penambahan koneksi pipa merupakan alternatif terbaik. Debit pada titik sadap Jalan Gunung Sanghyang sebesar 126,43 l/dt tidak melampaui kapasitas produksi 150 l/dt. Tekanan pada seluruh titik pantau (P1–P6) berada pada rentang 1,19–5,32 bar pada jam puncak, dengan tekanan maksimum 6,84 bar pada jam malam minimum yang masih di bawah kuat tekan pipa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model evaluasi SPAM berbasis EPANET di wilayah perkotaan tropis sebagai acuan peningkatan kualitas pelayanan air minum berkelanjutan.
