STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA DENPASAR BALI: STUDY KASUS PASAR KRENENG

  • I Ketut Saskara Akademi Pariwisata Denpasar
  • I Wayan Wirawan Akademi Pariwisata Denpasar
  • I Ketut Ardiasa Akademi Pariwisata Denpasar
Keywords: pariwisata, pasar tradisional, masyarakat lokal, peningkatan Ekonomi

Abstract

Industri pariwisata di Pulau BaliĀ  merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, akan tetapiĀ  belum mampu memberikan manfaat ekonomi secara signifikan bagi masyarakat Bali. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penduduk miskin di Bali yang meliputi wilayah perkotaan dan pedesaan dari tahun 2013 hingga 2021, sebelum sektor pariwisata mengalami penurunan secara signifikan yang disebabkan oleh pandemi Virus CORONA. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan pengembangan pariwisata yang lebih memprioritaskan pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal Bali dengan melibatkan masyarakat lokal secara langsung pada pengembangan pariwisata. Salah satunya dengan mengembangkan pasar tradisional sebagai daya tarik wisata. Adapun yang melatarbelakangi upaya ini adalah karena pasar tradisional merupakan tempat transaksi jual beli dari seluruh lapisan masyarakat di Bali. Selain itu, pengembangan pasar tradisional menjadi tempat wisata diharapkan mampu bersaing dengan semakin banyaknya pasar modern yang tumbuh di Bali. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Pasar Kreneng yang berlokasi di jalan kamboja desa dangin puri, kota Denpasar. Pemilihan lokasi ini dilatarbelakangi karena Kreneng merupakan salah satu pasar terbesar di Bali yang berlokasi di jantung kota Denpasar. Pasar ini pada masa sebelum pandemi Covid-19, menjadi tempat mencari nafkah bagi ratusan masyarakat Bali. Pasar ini buka untuk kebutuhan sehari-hari dari pagi sampai jam 5 sore, sedangkan pada malam hari dari jam 6 sore sampai jam 23.00 buka untuk pasar malam. Strategi pengembangan ini menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Faktor-faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh pasar tradisional khususnya pasar Kreneng sebelum dilakukan renovasi dianalisa sehingga ditemukan berbagai kondisi baik itu berupa kekurangan/ kelemahan, ancaman, peluang dan kekuatan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan kualitas pasar pada saat dan setelah dilakukan upaya renovasi. Hingga akhirnya renovasi pasar Kreneng dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan serta dapat dijadikan sebagai salah satu tempat yang layak untuk dikunjungi wisawatan baik lokal maupun mancanegara, sehingga dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi peningkatan ekonomi masyarakat Bali.

Published
2022-07-05
Abstract viewed = 28 times
downloaded = 39 times